Beberapa Fitur “Next-Gen” Arsitektur Radeon Vega yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta : 22 November 2017

AMD melalui divisi RTG (Radeon Technology Group) merilis RX Vega kartu grafis untuk game, berikut info  Beberapa Fitur “Next-Gen” Arsitektur Radeon Vega yang Perlu Anda Ketahui.

Chip GPU “Vega 10” dengan 8GB HBM2

RTG sebagaimana kita ketahui telah hadirkan beberapa kartu grafis dengan arsitektur Vega, diantaranya adalah Radeon RX Vega untuk gaming, Radeon Vega Froentier untuk workstation dan Radeon Instint untuk segment Accelerator dan Radeon Pro WX 9100 untuk segment profesional. Semuanya sama-sama memakai chip GPU “Vega 10” serta kedepan akan hadir juga melalui RYZEN APU dengan Vega grafis.

diagram dari Chip GPU Vega 10

Arsitektur Vega, akan direncanakan terus hadir menjadi arsitektur utama dari grafis AMD hingga 2019 yang akan digantikan oleh arsitektur Navi. Kali ini, berdasarkan banyak review, arsitektur Vega ini sangat dipuji akan kehandalan dibidang workstation dan profesional namun, untuk Chip Vega 10 sendiri kurang kompetitif untuk segment gaming. Namun, dibalik kekurangan ini, RTG telah menyiapkan beberapa fitur tersembunyi yang sebagian belum diaplikasikan di game dan aplikasi umum.

Berikut akan mimin bahas beberapa fiturnya.

Mendukung DirectX 12 Feature Level Terbaru (DirectX 12_1)

Radeon Vega hadir dengan dukungan DirectX 12 Feature Level terbaru, salah satu fitur yang didukung adalah Raster Ordered View yang hadirkan peningkatan pada detail grafis yang ada di Radeon Vega. Salah satu game yang sudah memanfaatkan ini adalah F1 terbaru dengan engine EGO game dari Codemaster. Berikut pernyataan dari perwakilan Codemaster akan fitur tersebut. :

“We will also discuss the graphics effects added using the new DX12 features Raster Ordered Views (AVSM and Decal Blending) and Conservative Rasterization (Voxel based ray tracing) adding even greater realism to the F1 world.

Takeaway

High Bandwith Cache Controller dan Infinity Fabric

AMD hadirkan memory controller baru pada Vega yang disebut HBCC (High Bandwith Cache Controller), secara sederhana. Vega bisa memanfaatkan tidak hanya VRAM fisik/Shared saja, tapi juga bisa memakai media penyimpanan lain saat VRAM fisik penuh, diantaranya Ram ataupun bahkan SSD.

Contoh sederhana adalah kartu grafis Radeon Pro SSG yang sudah diluncurkan. Kartu grafis ini memakai chip GPU “Vega 10” dengan 16GB HBM2, namun sudah dilengkapi dengan SSD sebesar 2TB yang bisa dijadikan VRAM. Peran HBCC disinilah hadir, Vega bisa mengalokasikan SSD 2TB tersebut sebagai “VRAM tambahan” di aplikasi yang support seperti Adobe CC Suite. Sehingga render jadi lebih cepat dan beban CPU Load jadi lebih minim.

HBCC juga terhubung dengan Infinity Fabric sehingga bisa mengakses semua Cache yang ada di GPU. Dikarenakan Cache memiliki kecepatan tinggi, maka Cache akan membantu meminimalisir bottleneck dari penggunaan media penyimpanan lain (Ram atau SSD untuk Radeon Pro SSG).

HBCC hadirkan improve performa yang lebih baik, selain untuk kartu grafis biasa. HBCC juga akan berperan penting dalam APU RYZEN, karena VRAM Shared APU terbatas, maka system akan pakai memory system nah. peran HBCC akan membantu meminimalisir bottleneck saat kondisi tersebut terjadi.

Vega “Next Compute Unit” dengan Fitur Rapid Pack Math & Next Geometry Engine

Sama seperti Zen, RTG hadirkan perombakan besar-besaran dalam arsitektur Vega, salah satunya adalah upgrade “otak utama” dari chip grafis yakni “Compute Unit” yang Vega namakan menjadi “Next Compute Unit”. NCU hadir dengan improve IPC dan Clock yang kini bisa mencapai hingga 1,5 Ghz.

Selain itu, Vega juga hadir dengan fitur “Rapid Pack Math” dengan adanya fitur ini, memungkinkan komputasi berbasis FP16 bisa lebih kencang2x lipat. Komputasi berbasis FP16 ini sering digunakan di dalam game seperti Physc, Lighting dan effek lainya sehingga lebih baik dalam hal performa dan efisiensi.

Tidak hanya untuk efek-efek didalam game saja, AMD juga upgrade komponen “Geometry engine” menjadi Next-Geometry Engine serta mengupdate “Next-Pixel Engine” yang ada didalam “NCU” kini mendukung metode primitive shader yang hadirkan peningkatan kinerja lebih baik saat mengolah texture dan tesselation. sehingga hadirkan game yang lebih baik texturenya 

Draw-Stream Binning Rasterizer (DSBR)

Ini adalah fitur unggulan yang ada pada Vega, umumnya dikenal nama Tile Based Renderer, Anandtech menyebutkan fitur ini adalah salah satu “kunci” yang membuat Nvidia Pascal menjadi efisien, karena Nvidia sudah aplikasikan fitur ini sejak Maxwell, begitupun banyak GPU dari vendor processor smartphone sudah aplikasikan fitur ini.

Secara sederhana fitur ini akan meminimalisir process dan data transfer yang tidak perlu yang ada di chip GPU sehingga hadirkan chip GPU yang lebih efisien. AMD menyebutkan berdasarkan test, DSBR membuat kinerja chip GPU Vega menjadi meningkat 10% dengan memory bandwith yang dan power yang diminimalisir hingga 33%.

GAME yang mendukung fitur-fitur “Next-Gen” mendatang

Ada beberapa game yang mendukung dari fitur yang disebutkan diatas diantaranya adalah :

– Wolfenstein 2

– FarCry 5

– Quake Champhion

– Prey

Salah satu contoh game yakni Wolfenstein 2 RX Vega 56 hadirkan kinerja yang unggul dan optimal dibadingkan kompetitor.

Mendukung 8K 60Hz / 5K 60Hz HDR

Vega mendukung resolusi hingga 5K 60Hz HDR atau 8K 60Hz SDR yang akan hadir di kartu grafis dimasa datang.

Sumber : AMD, WCFtech

Tags: fitur AMD Vega Radeon RX Vega Radeon Vega Radeon Vega Frontier RX Vega vs Geforce GTX Vega

author
Author: 

Sutama Tamasu is known as Indonesian IT Blogger and Hardware enthusiast. Sutama is also PC lover, using PC since kid. Sutama was known as anime lover. Sutama Waifu is Nana Iida from Rail Wars anime. iida san is cheerful person. She treats other people equally and kindly.

ada pertanyaan tentang artikel ini ?? silahkan ajukan lewat komentar :)