(HotChip 2017) Qualcomm umumkan Processor Server Centriq 2400 dengan 48 Core “Falkor” Windows Server Ready

Inggris : 25 Agustus 2017

Qualcomm sebagai perusahaan processor terkemuka umumkan Processor Server Centriq 2400 dengan 48 Core “Falkor” Windows Server Ready.

Qualcomm sebagaimana kita ketahui telah hadirkan banyak processor untuk smartphone yakni dengan seri Snapdragon. Qualcomm juga hadir di perangkat lain seperti smartwatch serta didunia PC dengan brand Atheros yang mengisi pasar seperti Router, USB Modem/Mi-fi, wi-fi/bluetooth card dsb. Kini Qualcomm dikabarkan akan hadir pula di pasar server.

Di ajang Hotchip 2017 Qualcomm umumkan Processor Server rancangan terbaru mereka berbasiskan arsitektur ARM 64 bit (Aarch 64) bernama Qualcomm  Centriq 2400, processor ini menggunakan desain CPU “Core” rancangan Qualcomm sendiri bernama “Falkor” yang kompatibel dengan berbagai aplikasi berbasis ARM64 lainya (seperti yang digunakan pada desain lainya seperti Cortex A series contohnya).

Qualcomm Centriq 2400 dibangun khusus kategori server berbasis Cloud telah mendukung berbagai fitur enterprise termasuk mendukung keamanan terkini. Serta hadirkan performa yang terbaik dan efisien dengan fabrikasi 10nm terkini.

Berbasis SoC Mendukung 48 Core CPU 6 Channel DDR4 Ram dan Custom Fabric

Qualcomm Centriq 2400 mendukung 48 Core CPU dengan arsitektur terbaru bernama “Falkor” mendukung 6 Channel DDR4 Memory serta sudah terintregrasi dengan “Southbridge” untuk dukungan koneksi serta mendukung 32 PCIe Lines yang layaknya processor lainya yang bisa digunakan untuk koneksi penyimpanan data seperti PCIe SSD, kartu grafis/accelerator dsb..

Serta terdapat fitur yang unik, anda bisa lihat antara kumpulan “Core” satu dan komponen lainya terhubung melalui sebuah “ring”, fitur ini adalah sebuah “Fabric” bernama Qualcomm System Bus (QSB), fungsi ini memiliki fungsi yg sama seperti AMD dengan Infinity Fabric yang ada pada AMD RYZEN, Intel dengan Mesh miliknya di Intel Core i X series dan ARM dengan CCI/CCN miliknya. “Fabric” ini menghubungkan antara komponen “CPU Cluster” dengan komponen lainya seperti memory controller, southbridge, PCIe dsb.

Berbicara mengenai CPU Cluster, processor Qualcomm Centriq hadirkan konfigurasi TRUE Dual Core per Cluster dengan Shared L2 Cache. Konfigurasi gabungan seperti ini umum terjadi untuk menghemat die space dan mempermudah desain. Setiap CPU Cluster akan dihubungkan dengan CPU Cluster lainya dengan QSB (Qualcomm System Bus). Untuk di desktop hal serupa kita bisa temui di AMD RYZEN dengan CCX (Core Complex) dengan Infinity Fabric yang menghubungkanya.

Semua CPU Cluster yang ada sama-sama sharing 1 unit L3 Cache. Qualcomm tidak membicarakan berapa jumlah MB dari L3 Cache ini, namun Qualcomm menegaskan L3Cache di processor ini didesain agar lebih pintar dalam pembagian penggunaan data.    

 

Qualcomm hadirkan perombakan yang cukup besar dalam hal desain CPU untuk bisa menghandle compute yang lebih besar, serta Qualcomm juga hadirkan peningkatan dalam L2Cache yang berperan dalam performa dan efisiensi.

Untuk menunjang efisiensi dengan lebih baik lagi, Qualcomm hadirkan “Power Control” per CPU Cluster sehingga saat sedang terpakai 2 Cluster misalnya, maka yang lain akan bisa idle, Power Control ini juga mengatur saat hanya 1 Core per Cluster yang terpakai maka selebihnya akan idle.

Mendukung SecureBoot dan Keamanan Terkini

Sama seperti processor untuk server lainya, keamanan hal wajib. Qualcomm mendukung standar Secureboot serta mendukung enkripsi terkini seperti AES, RSA dsb.

Mendukung Windows Server 2016 + Penampakan

Microsoft sebelumnya telah menegaskan kehadiran Open Compute Support (sebelumnya bernama project olympus) yang hadirkan dukungan banyak vendor untuk mendukung platform Windows terutama di ranah Cloud. Qualcomm adalah salah satunya yang hadirkan dukungan.

Di ajang OCP Summit 2017 salah satu situs terkemuka STH Home hadirkan screenshoot server Qualcomm  Centriq berjalan dengan menggunakan Windows Server 2016, harap di ingat Windows server 2016 yang dipakai bukanlah yang biasa digunakan pada platform x86 ALIAS BUKAN VERSI RETAIL, ini adalah platfrom ujicoba internal yang digunakan untuk mentest kemampuan processor ARM untuk komputasi Cloud.

STH Home juga hadirkan penampakan board dari Qualcomm Centriq yang dimana hanya mendukung single socket saja dengan 6 Channel DRAM didalamnya.

Microsoft juga memberikan penampakan rack dari server berbasis Qualcomm Centriq lengkap dengan Ram yang sudah terpasang dan HDD yang ada, sepintas layaknya seperti server biasa.

Qualcomm akan memulai produksi pada akhir 2017. Mendukung os Linux dan Windows server (segera).

Sumber : Anandtech, STH Home, Microsoft

Tags: ARM Windows server processor server arm qualcomm processor server Qualcomm server

author
Author: 

Sutama Tamasu is known as Indonesian IT Blogger and Hardware enthusiast. Sutama is also PC lover, using PC since kid. Sutama was known as anime lover. Sutama Waifu is Nana Iida from Rail Wars anime. iida san is cheerful person. She treats other people equally and kindly.

ada pertanyaan tentang artikel ini ?? silahkan ajukan lewat komentar :)