(Part 3) Penjelasan Singkat Tentang Beberapa Settingan Game di Driver AMD Radeon Setting

(Part 3) Penjelasan Singkat Tentang Beberapa Settingan Game di Driver AMD Radeon Setting

 
AMD Radeon Setting adalah tampilan GUI (Graphics User Interface) untuk drvier AMD. tidak hanya berisikan driver utama juga tapi hadirkan banyak fitur. admin akan coba bahas beberapa fitur yang ada pada tab “Gaming” dengan lengkap, tentu admin tidak bahas WattMan (karena teermasuk membahas Overclocking serta tidak membahas performance metric yang merupakan bagian dari Radeon Relive yang hadir pada bagian tab berbeda.
 

Contoh setting yang admin pakai.

Admin sangat merekomendasikan untuk membaca part 2 terlebih dahulu, admin membahas beberapa setting (Surface Format Optimization, Wait for Vertical Refresh (V-Sync) , OpenGL Triple Buffering,  Shader Cache, Tesselation Mode)  pada bab 2 yang bisa anda lihat pada: https://www.sutamatamasu.com/part-2-penjelasan-singkat-tentang-beberapa-settingan-game-di-driver-amd-radeon-setting/
 
Sekarang, admin akan bahas pembahasan selanjutnya, sama seperti sebelumnya admin akan membuatnya seringkas mungkin. berikut penjelasanya:

1. GPU Workload 

– Default : Graphics.

– Rekomendasi : 

A. Graphics : Kebutuhan Gaming, Editing, Office, Rendering… 

B. Compute : Khusus aplikasi MINING !!!

Penjelasan: Banyak pengguna yang salah artikan, Compute = grafis 3D (non gaming), padahal maksud dari Compute disini adalah akselerasi untuk kebutuhan Blockchain Compute atau biasa disebut Mining… mengingat akan menaikan performa mining sebesar 5-10%. jadi, jangan gunakan opsi Compute, selain untuk kebutuhan mining, karena akan memperlambat kinerja gaming atau bahkan aplikasi non gaming seperti editing video. (Baca refensi AMD disini untuk lengkapnya : https://support.amd.com/en-us/kb-articles/Pages/DH-024.aspx )

2. Power Efficiency 

komparasi antara fitur aktif dan tidak pada R9 380

– Default : On.

– Rekomendasi :

A. ON : Jika anda pengguna laptop yang dalam pake mode batterai untuk gaming diluar rumah. 

B. Off : Jika anda pengguna laptop yang pake adapter atau PC Desktop yang utamakan performa diatas segalanya. 

Keterangan: fitur Power efficiency berguna sesuai namanya, berikan efisiensi tambahan kepada vga card,  fitur ini memiliki nama lain AMD Powertune, AMD ULPS Dll. dengan fitur ini diaktifkan, seperti anda bisa lihat diatas, GPU Clock akan menyesuaikan dengan kondisi game yang hasilkan kondisi GPU Clock tidak beraturan, hal ini memiliki dampak performa (FPS dan frame time) dalam game tidak besar, namun lebih effisien dan hemat batterai (bagi laptop), namun untuk PC Desktop atau pengguna laptop saat dalam mode adapter, rekomendasi untuk diaktifkan. mengingat akan dapatkan hasil GPU Clock yang lebih stabil. (sumber : https://forums.anandtech.com/threads/radeon-16-2-vs-16-3-vs-16-3-w-o-power-efficiency.2466532/ )

3. AMD Chill 

Manfaat fitur

– Default : Off. 

– Rekomendasi :

A. Off, bagi anda yang inginkan performa maksimal. 

B. On. bagi anda yang utamakan daya tahan batterai yang lebih lama saat main game-game tertentu. 

Radeon Chill adalah  fitur yang berfungsi sebagai Smart FPS Limiter, fitur ini akan deteksi gerakan karakter pengguna dalam game dan akan aktifkan kemampuan penuh vga card saat dalam keadaan karakter bergerak aktif saja, saat tidak aktif maka kemampuan CPU dan GPU akan diminimalisir se minim-minimnya agar hasilkan daya tahan batterai lebih lama dan suhu GPU yang lebih dingin. selain itu Radeon Chill juga hadirkan kemampuan reduce input lag, yang biasa ada pada game e-Sport. cocok bagi anda yang inginkan daya tahan batterai yang lebih lama, namun tidak cocok bagi anda yang inginkan performa maksimal.

 

Hi Algo, perusahaan yang diakuisisi AMD dan teknologi Chill nya dipakai di Radeon Setting

 

Game yang didukung

Fitur ini bukanlah AMD yang ciptakan, melainkan hadir terlebih dahulu di perusahaan bernama hiAlgo, (referensi : http://www.hialgo.com/TechnologyCHILL.html#hand3) yang telah diakuisi oleh AMD ditahun 2015 yang berdekatan dengan rilisnya driver AMD Radeon Software terbaru, menggantikan Catalyst. AMD menambah dukungan game yang awalnya hanya dukung DirectX 9 (lebih optimalkan ke e-Sport), menjadi lebih banyak lagi…

 
4.  AMD FRTC 

– Default : Off.

– Rekomendasi : 

A. Global Setting : Sesuaikan dengan settingan Refresh Rate Monitor (Contoh Refresh Rate 60Hz = FRTC 60 FPS). 

B. Game : Sesuaikan dengan AVG FPS dari game yang anda mainkan… 

Penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut:

Global Setting : Sesuaikan dengan settingan Refresh Rate Monitor 

Keterangan: Banyak yang salah mengartikan, FRTC ini dengan langsung menarik ke 100 FPS dengan harapan bisa dapat FPS segitu, padahal bukan itu fungsinya. fungsi FRTC adalah berupa fitur frame limiter yang batasi FPS sesuai dengan keinginan pengguna. untuk settingan default yakni pada bagian Global Setting, admin rekomendasikan atur sesuai dengan refresh reate dari monitor anda. misal refresh rate monitor 60 Hz, maka anda bisa atur ke 60 Hz juga… sehingga game yang akan dimainkan di batasi maksimal sesuai dengan refresh rate monitor anda, contoh refresh rate monitor 60 Hz, maka FPS yang diatur adalah 60 FPS.

Berdasarkan review yang dilakukan jagatreview, dengan aktifkan FRTC, game yang dimainkan tetap hasilkan FPS yang sama, perbedaanya adalah hasilkan konsumsi daya yang lebih rendah dan suhu yang lebih rendah. selain itu juga mengurangi dampak stuttering (selain mengaktifkan v-sync). (sumber : http://www.jagatreview.com/2015/07/apa-itu-amd-frtc-frame-rate-target-control/3/)

Game : Sesuaikan dengan AVG FPS dari Game yang Anda Mainkan

Bagi game berat dan spek yang pas-pasan, otomatis bermain game hasilkan frame rate yang gak stabil. misal kasus game AC Origin, hasilkan Min FPS : 30FPS Average 35 FPS  Max : 48 FPS.  kondisi seperti itu kadang membuat game stuttering dan menimbulkan lag saat bermain game. agar hasilkan pengalaman main game yang lebih playable, anda bisa atur FRTC di profile game sesuai dengan Min FPS atau Average FPS (rata-rata).dalam hal ini adalah 35 FPS. anda bisa gunakan Radeon Overlay atau software pihak ketiga seperti Fraps, MSI Afterburner, dsb yang hasilkan data Framerate yang dimainkan.

Tentu, suhu yang rendah dan konsumsi daya yang rendah juga bisa didapat saat atur per game… karena FRTC tidak hanya menurunkan FPS diatas kertas juga, namun menyesuaikan vga card sesuai dengan permintaan FPS pengguna. (sumber : https://www.pcworld.com/article/2942163/tested-amds-frame-rate-target-control-delivers-real-benefits-for-radeon-gamers.html)

5.  Radeon HBCC (Radeon RX Vega dengan VRAM HBM saja)
 

– Default : Off.

– Rekomendasi : ON, dan bebas tentukan berapa MB sesuai dengan Ram yang ada. 

Keterangan : Mungkin kita tidak asing dengan istilah “Shared Memory”, ya fitur ini sudah hadir lama di kartu grafis, yang akan mengambil beberapa MB tambahan dari Ram utama, andai VRAM dedikasi vga card penuh… proses ini menambah memory VRAM yang ada, namun ada dampak performa penalti dari proses ini, karena proses transfer Ram ke VRAM hasilkan bottleneck (VRAM sekarang GDDR5 hasilkan bandwith lebih besar dibandingkan Ram).

Cara Kerja HBCC

Dengan kehadiran AMD Radeon RX Vega dengan VRAM HBM 2, AMD hadirkan fitur baru bernama HBCC (High Bandwith Cache Controller) yang menggantikan fungsi dari Shared Memory tersebut, simplenya kalau methode biasa, Display Buffer (data berupa gambar bitmap yg akan di kirim ke VRAM) memenuhi VRAM dedikasi dalam hal ini HBM 2, sampai penuh… setelah itu baru menggunakan beberapa MB memory tambahan yang ada di Ram utama, (sesuai dengan permintaan game). hasilkan VRAM tambahan, namun hadir dengan dampak ke latency.

HBCC tidaklah demikian.. HBCC hadir dengan lebih pintar, jadi Display Buffer akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang dinamakan “Page”, nanti.. setelah itu HBCC Controller (memory controller di GPU) akan memilah, display buffer yang penting dipindah ke VRAM HBM yang kencang sedangkan display buffer yang tidak terlalu penting akan ditaruh di Ram utama yang sudah di atur untuk fitur HBCC di Radeon Setting. nantinya saat data yang tidak penting tadi dibutuhkan dadakan, maka akan dipindah ke VRAM (HBM2), sehingga seolah-olah HBM2 ini menjadi seperti “Cache”.

Fitur ini tidak berdampak kepada menambah FPS yang besar, berdasarkan test techgage hanya 1-2% saja, dikarenakan fitur ini sesungguhnya hanyalah membantu hadirkan VRAM tambahan bagi vga card…

Salah satu yang menjadi target fitur HBCC adalah segment desain grafis. HBCC tidak hanya bisa manfaatkan Ram Utama komputer biasa saja, namun bisa juga manfaatkan SSD.. inilah yang AMD coba hadirkan pada Radeon Pro SSG.

Salah satu manfaat Radeon Pro SSG hadirkan fitur 8K editing video dengan lancar
Sekian dan terima kasih telah membaca artikel, semoga bermanfaat. 🙂

Tags: Settingan Game amd radeon settingan game Driver AMD Radeon

author
Author: 
Sutama Tamasu is known as Indonesian IT Blogger and Hardware enthusiast. Sutama is also PC lover, using PC since kid. Sutama was known as anime lover. Sutama Waifu is Nana Iida from Rail Wars anime. iida san is cheerful person. She treats other people equally and kindly.
  1. (Part 2) Penjelasan Singkat Tentang Beberapa Settingan Game di Driver AMD Radeon Setting - Blog Komputer dan Teknologi1 month agoReply

    […] (Part 3) Penjelasan Singkat Tentang Beberapa Settingan Game di Driver AMD Radeon Setting […]

ada pertanyaan tentang artikel ini ?? silahkan ajukan lewat komentar :)