Tips Agar Buat PC Desktop Jadi Lebih Irit Daya Listrik + Tetap Kencang

Tips Agar Buat PC Desktop Jadi Lebih Irit Daya Listrik + Tetap Kencang

Penggunaan perangkat mobile seperti laptop dan smartphone dari hari ke hari semakin meningkat namun tidak menggantikan peran dari PC Desktop dikarenakan masih digunakan untuk berbagai kegiatan mulai dari perumahan, perkantoran, sekolah hingga studio. PC desktop menghadirkan performa jauh lebih baik daripada perangkat mobile tentu pastinya dibayar dengan konsumsi daya listrik lebih besar, nah pada kesempatan kali ini admin akan hadirkan informasi mengenai tips cara buat PC Desktop jadi lebih irit daya listrik namun tetap kencang.

Apa yang admin lakukan tidak secara drastis menurunkan tagihan listrik anda karena seberapa besar tagihan tetap bergantung kepada penggunaan, tips yang admin berikan ini lebih fokuskan kepada PC Desktop lebih efisien dengan fokuskan performa/watt yang sebaik mungkin dengan fitur-fitur atau teknologi yang sudah ada.

1. Atur Konsumsi Daya <1W Saat Shutdown Dengan Fitur Erp/Eup 2013. 

Video 1: Sales Asrock Menjelaskan Fitur Erp/Eup Beserta Pengujian

Admin. PC abis matikan bagusnya cabut kan? soalnya kalau dicolok nanti malah bikin tagihan naik, soalnya masih sedot listrik gede.

Pertanyaan diatas sering muncul di berbagai forum komputer, admin tidak menyarankan anda untuk lakukan kegiatan colok cabut setelah selesai menggunakan komputer, hal ini dikarenakan kegiatan tersebut malah akan menambah boros tagihan listrik mengingat PSU saat awal colok tersebut akan menyedot daya hingga setara dengan rating daya PSU selama beberapa detik walaupun spesifikasi PC anda termasuk konsumsi daya rendah, hal ini dikarenakan untuk mengisi daya komponen PSU seperti kapasitor.

Gambar 1: Persyaratan Eup/Erp

Nah sedangkan untuk masalah konsumsi daya kini sudah terdapat standar Erp/Eup 2013 yang sudah didukung oleh produsen komponen PC, seperti yang ada pada Video 1  fungsi dari fitur ini mengurangi konsumsi daya PC semula dari sekitaran 1 digit (3-6W) saat posisi shutdown dan colok menjadi dibawah 1W (0 koma sekian W).

Gambar 2: Aktifkan Erp/Eup Melalui BIOS

Cara pakai:

  1. Pastikan power supply sudah mendukung, kabar baiknya mayoritas PSU terjangkau yang ada saat ini sudah mendukung (simal list lengkapnya disini: https://www.sutamatamasu.com/list-rekomendasi-power-supply-pc-desktop-80-murah-2021/)
  2. Pastikan motherboard anda sudah didukung kabar baiknya lagi hampir semua motherboard sudah mendukung sejak era Haswell.
  3. Aktifkan melalui BIOS, nama serta posisi dimana menunya berbeda-beda antar vendor umumnya berada di power management dan terdapat kata “Erp/Eup” seperti contoh Gambar 2.

2. Hemat Daya Saat PC Desktop Anda Sedang Idle dan Standby 

Gambar 3: Setting Power Saver Untuk Platform Intel (Klik Untuk Perbesar)

 

Gambar 4: Setting Power Saver Untuk Platform AMD (Klik untuk Perbesar)

Walaupun mayoritas pengguna lebih memilih untuk mematikan (shutdown) komputer akan tetapi ada kalanya pengguna menemui keadaan yang mengharuskan meninggalkan pekerjaan sementara sehingga pengguna memilih melakukan sleep ataupun tidak sama sekali hanya lock screen saja (stand by), kita bisa menghemat lebih banyak daya saat PC dalam keadaan di atas, baik AMD dan Intel memiliki fitur power saving masing-masing berguna untuk meminimalisir daya saat sleep, standby maupun idle.

Bagi anda pengguna PC Desktop Intel (Gambar 2) dan AMD (Gambar 3) anda bisa lihat terdapat opsi yang sudah ditandai yang bisa anda aktifkan di BIOS, lokasi dan nama kadang berbeda satu sama lain namun biasanya masih bisa dimengerti. Untuk Intel hadirkan opsi EIST, C1E dan C State yang bisa anda aktifkan untuk hasilkan daya rendah saat sleep, standby maupun idle. Terdapat juga fitur Intel Speed Shift yang juga harus diaktifkan fitur ini berguna agar buat sistem lebih responsif saat berpindah posisi sleep, standby maupun idle ke posisi aktif, fitur Speed Shift hanya mendukung processor Intel Skylake terbaru dan OS Windows 10.

Sedangkan AMD terdapat opsi C&Q, Global C State dan Power Supply Idle Control untuk power saving saat sleep, standby maupun idle. AMD juga sediakan fitur yang kurang lebih mirip-mirip seperti Speed Shift yakni CPCC, fitur CPCC mendukung processor Ryzen berbasis “Zen2” seperti Ryzen 3000 dan 5000.

 3. Rajin Mengubah Power Plan Windows Berdasarkan Aktivitas Anda

Gambar 5: Atur Power Plan (Klik Untuk Perbesar)

Windows sudah sediakan pilihan power plan pastikan anda secara rajin memilih salah satu menyesuaikan pemakaian PC misal untuk gaming anda setting ke high-performance atau browsing setting ke balanced, saya tidak menyarankan mode power-saving dikarenakan akan menurunkan performa lumayan ini tidak sesuai dengan tujuan artikel ini, pastikan anda lakukan setelah melakukan step nomor dua di atas.

4. Frame Rate Limiter (Saat Bermain Game) 

Pada saat pengguna membeli vga card pastinya ingin memiliki FPS setinggi-tingginya, namun terkadang ini tidak diimbangi dengan monitor yang dipunya misal game DOTA 2 hasilkan 120 FPS sedangkan monitor yang dipunya hanya 60 Hz hal ini akan membuat resource yang ada terbuang sia-sia, inilah kenapa hadir fitur frame rate limiter yang akan dibahas dibawah ini. 

Berbeda dengan V-Sync yang hanya membatasi secara visual saja, Frame Rate Limiter juga membatasi penggunaan vga card untuk tidak membuang resource berlebih menyesuaikan batasan FPS yang di setting, tidak hanya itu fitur ini juga bermanfaat bagi pengguna vga card low-end yang sering mengeluh stuttering dikarenakan FPS yang tidak stabil saat bermain game, caranya? sederhana frame rate limiter bisa memaksakan vga card untuk berjalan di FPS rata-rata dari game tersebut sehingga mencegah stutteringg. 

Berikut Langkah Penggunaan: 

1. Cari FPS Rata-Rata Game: Langkah pertama adalah cari terlebih dahulu berapa nilai FPS rata-rata dari game yang anda mainkan, anda bisa menggunakan fitur bawaan vga card seperti Radeon Overlay / Nvidia Geforce Experience atau menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti MSI Afterburner, NZXT Cam dsb untuk melihat nilai FPS yang dihasilkan game anda. 

2. Setting Profil Game

Gambar 6: Contoh Fitur Frame Rate Limiter Nvidia Geforce “Max Frame Rate” (Klik Untuk Perbesar)

  • Nvidia Geforce: Klik tombol Windows dan cari aplikasi “Nvidia Control Panel”  buka dan tuju ke bagian “Manage 3D Setting” klik tab “Program Setting” klik tombol “Add” dan tambahkan file shortcut game anda, setelah profil terbentuk scroll mouse dan cari opsi “Max Frame Rate” ubah opsi dari semula “Use Global Setting” menjadi “On” dan atur FPS sesuai dengan FPS rata-rata game, setelah itu klik “Apply”. 

Gambar 7: Contoh Fitur Frame Rate Limiter AMD Radeon “Radeon Chill” (Klik Untuk Perbesar)

  • AMD Radeon: Klik tombol Windows dan cari aplikasi “AMD Radeon Setting” tuju ke bagian tab “Gaming” pada bagian sub-tab “Games” terdapat list game yang dimainkan, seharusnya semua game akan hadir otomatis apabila belum ada game yang diinginkan klik tombol “Add” dan tambahkan shortcut gamenya. Pilih pada profile game yang diuji sebelumnya dan aktifkan opsi “Radeon Chill”, terdapat opsi “Min FPS” dan “Max FPS” pada bagian “Max FPS” anda ketikan sesuai dengan refresh rate monitor anda (misal 75 Hz = 75 FPS) sedangkan “Min FPS” sesuai dengan FPS rata-rata hasil pencarian anda. *

Jika anda masih ragu tentang fitur ini sudah ada beberapa website yang mereview salah satunya: https://wccftech.com/what-happened-to-radeon-frtc-and-why-you-should-chill/ 

* Terdapat dua fitur frame rate limiter untuk AMD Radeon yakni FRTC dan Radeon Chill fungsinya sama bedanya Radeon Chill terdapat opsi tambahan yang muncul hanya untuk game RTS/MOBA yang bisa minimalisir input-lag dari mouse, Pada Radeon Adrenaline 2020 AMD putuskan untuk hapus FRTC dengan alasan membuat bingung user pemula (dengan Radeon Chill). 

5.  Undervolting Processor dan Vga Card.

Undervolting sesuai namanya menekan voltase yang digunakan oleh CPU (Processor) maupun GPU (Vga card) agar bisa menghasilkan efisiensi yang lebih baik, cara ini cukup ampuh namun sama seperti overclocking kegiatan ini cukup rawan dan apabila tidak dilakukan dengan baik bisa menyebabkan kerusakan processor dan vga card. Masing-masing processor dan vga card memiliki parameter berbeda-beda apa yang di undervolt admin sarankan sebaiknya cari terlebih dahulu forum yang cocok dimana biasanya mereka ada tips untuk undervolting. 

Apabila ragu untuk lakukan hal ini, anda bisa lakukan 4 point yang sudah admin berikan di atas saja. 

Sekian semoga bermanfaat, apabila yang ingin copas artikel harap sertakan sumber. 

Tags: FPS Limit PC Desktop Irit Daya PC Desktop Kencang PC Kantoran Irit Daya

author
Author: 
Sutama Tamasu is known as Indonesian IT Blogger and Hardware enthusiast. Sutama is also PC lover, using PC since kid. Sutama was known as anime lover. Sutama Waifu is Nana Iida from Rail Wars anime. iida san is cheerful person. She treats other people equally and kindly.
No related post!

ada pertanyaan tentang artikel ini ?? silahkan ajukan lewat komentar :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.